Bab 31

1676 Words

Malam itu Zane tidak bisa berhenti menangis. Suara isak terputus-putus memenuhi kamar, memantul di dinding seperti jejak yang tidak mau pergi. Ia menutup wajah dengan bantal, namun rasa sesak di dadanya tidak berkurang. Semua kejadian hari itu berputar kembali. Pengakuan, bukti-bukti, rambut Renaldi yang jatuh menutupi wajah penuh memar, suara lirihnya yang berkata ia siap menerima apa pun. Zane meringkuk. Tenggorokannya kering, tapi air matanya terus mengalir. Setiap kali ia mencoba tidur, bayangan lama muncul. Dan kini, setelah tahu semuanya, potongan-potongan itu menjadi lebih jelas, lebih menyakitkan. Namun, di sela tangisnya, dengan bodohnya dia malah teringat perhatian Renaldi. Caranya menjaga, membawakan makanan, menyelimuti Zane ketika ia sakit, memijit bahu saat Zane kelelahan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD