Baru saja Eve keluar dari restoran karena sudah ganti shift, ia mendapati Arnesh berjalan ke arahnya. Pria itu masih mengenakan pakaian kerja yang lengkap. Namun bagian lengan kemejanya sudah digulung ke atas. Penampilan yang sangat menarik perhatian para kaum hawa. Pria itu selalu berhasil membuat karyawan terpesona akan ketampanannya. Eve terkejut dengan keberadaan Arnesh karena sejak awal sudah meminta pria itu tidak usah menjemput. Tetapi, pada kenyataannya Arnesh tetap datang. Sungguh, kadang ia merasa tidak enak karena merepotkan. “Kenapa kamu di sini?” tanya Eve. “Jemput kamu. Kenapa kaget begitu?” “Bukannya saya sudah bilang kalau kamu tidak usah ke sini. Saya ada rencana ke kos untuk ambil barang. Apalagi ini masih sore dan belum waktunya kamu pulang kerja.” Arnesh menghela n