75. PERUBAHAN EVELYN

1294 Words

Suasana di restoran milik Katty tidak pernah sepi sejak Eve datang di pagi hari. Begitu buka, ada saja pembeli yang datang. Bukan hanya satu dua orang saja, melainkan banyak rombongan keluarga datang untuk menikmati sarapan dan sekaligus makan siang. Kondisi ini pun membuat Eve tidak punya waktu bersantai. Ia terus bergerak mencatat menu lalu membawanya ke meja pembeli. Sebenarnya Eve sama sekali tidak mengeluh soal keramaian restoran yang seakan tiada henti. Ia lebih baik sibuk daripada santai yang berujung ngantuk. Bahkan sudah sangat terbiasa dengan ritme kerjanya. Namun beberapa hari terakhir, ia merasakan hal yang berbeda. Tubuh Eve tidak lagi bisa bersahabat ketika diajak bekerja. “EVE!” Suara piring pecah dan teriakan menggema di restoran hingga membuat pengunjung sekitar terkeju

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD