BAB 25

1159 Words

Happy Reading Aku sedang menunggu Melvin di sekolahnya, sebenarnya pihak sekolah meminta agar aku tidak menemani Melvin, tapi aku tetap bersikekeh datang, karena jika aku terus dirumah, aku akan terus teringat mimpi aneh itu.  Entah kenapa Ariana merasa jika mimpinya adalah pertanda buruk untuknya. Dan semenjak itu, Ariana menyiapkan diri untuk hal yang paling terburuk.  "Mom." Melvin menarik-narik baju Ariana karena dia sudah memanggilnya berkali-kali, tapi Ariana tidak meresponnya.  "Ah!! Anak Mom sudah selesai? Maaf Mommy tidak mendengar." Ariana menggendong Melvin dan mencium pipi nya gemas. Anak sekecil Melvin dengan mudahnya mengambil hati Ariana.  "Mom, Dad kemana?" Tanya Melvin sudah keseribu kalinya. "Dad sedang ada urusan pekerjaan." Ya, hanya itu yang bisa Ariana, ia send

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD