Aku mencintaimu dan segala ketidaksempurnaanmu yang sempurna. . . Setapak demi setapak langkah mereka kian dekat. Tiba di titik ini rasanya sudah tak ada lagi beban kekhawatiran meski konon ada mitos terkait cincin tunangan yang kekecilan. Namun, apalah itu mitos. Bilapun kelak ada halang rintang, wajar, namanya juga rumah tangga. Langkah mereka ibarat sedang menuju ke sebuah kapal yang kelak ditumpangi berdua, mengarungi lautan dengan Daaron sebagai nakhoda. Bila Tuhan mengizinkan, penumpang di bahtera mereka akan bertambah yang disebut anak. Dan ... ya, jalanan yang akan dilalui bukan lagi daratan, bukan lagi jalan bebatu, bukan pula berkelok, menurun, atau menanjak. Melainkan ... perairan yang lapang. Tidak ada batu, tetapi ada ombak. Tidak ada yang berkelok, tetapi gelombang kec