Ghazanvar terperangah menatap calon istrinya yang tengah berjalan anggun mendekat. Jantung Ganzanvar tidak pernah berdetak sekencang ini saat melihat sosok perempuan. Mungkin sosok perempuan yang ini akan menjadi istrinya, atau mungkin jantung Ghazanvar berdetak sangat kencang lantaran membayangkan akan mereguk nikmatnya keperawanan Naraya nanti malam. Naraya sangat cantik dengan make up yang tidak membuat pangling justru lebih menegaskan lagi kecantikannya. Untaian bunga melati tersampir di pundaknya dari mahkota indah yang melingkari kepala, lekukan tubuh Naraya pun terlihat jelas dibalut kebaya berwarna putih. Ghazanvar yakin kalau Naraya adalah jelmaan bidadari. Kurang beruntung apa hidupnya yang bisa menikah dengan gadis secantik Naraya. Venue semi outdoor itu terasa semakin te