Kiesza menatap datar Zee yang tengah menjelaskan siapa "Quin" yang tadi dia sebut. "Kie, semuanya ga kaya yang lo fikirin." "Kaya lo tau aja apa yang gue fikirin." Balas Kiesza. "Pokoknya dia bukan siapa-siapanya gue, Kie."Lanjut Zee. Kiesza tetap menatap datar Zee, tanpa mau membuka suaranya lagi. Ya, walaupun Kiesza tau akan seperti ini jadinya. Tapi tidak pernah terfikir Zee akan menyebut wanita lain disaat seperti ini. "Kie, gue rela lo marahin gue. Tapi jangan diemin gue gini." Ucap Zee seraya menggenggam tangan Kiesza. Kiesza melepas cepat tangannya dari genggaman Zee. "Udahlah, jangan deketin gue lagi."Ucap Kiesza. "Ko gitu sih? Gue kan udah bilang dia bukan siapa-siapanya gue." Kiesza hanya menyeritkan satu alisnya tanpa mau membalas ucapan Zee. "Inget ya Kie, lo itu ma

