30

601 Words

Cuaca mendung dengan angin yang bertiup kencang melingkupi sebagian langit. "Bentar lagi ujan nih."Ucap Kiesza sambil menghirup dalam-dalam bau tanah yang menyeruak. "Wah,gue baru tau kalo sahabat gue pawang ujan."Gurau Laras. "Itu pujian apa sindiran ya?"Sindir Kiesza. "Pujian lah,pacar gue bisa prediksi ujan?ajaib dong."Timpal Zee yang baru datang dengan motornya. "Lo ahli apa Ras?"Sindir Zee. Laras berdecak keras sambil memutar bola matanya malas. "Wah,kalian cocok ya.Sama-sama hobi nyindir orang.Btw,ini sindiran garis keras loh."Ucap Laras sambil bersedekap. Kiesza terkekeh kecil melihat ekspresi kesal dari Laras. "Kalo nyindir tuh harus total ya?jangan tanggung-tanggung?oke lah."Ucap Kiesza. "Ada apa nih?ko ribut-ribut?"Tanya Damar. "Wah,kalian lagi ngomongin soal gue ya,ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD