"Rubby kenapa kau melepaskannya ?" tanya Natasha yang sekarang sangat kesal dengan Rubby. "Sudahlah, lupakan Demitry. Jika kita menangkapnya pun tidak ada gunanya, dia akan muncul terus menerus." Rubby lalu mendekat le brankar Theo dan tak lama dokter bersama perawat masuk keruangan itu. "Dokter, silahkan periksa temanku ini karena setelah itu akku ingin mendengar tentang kemajuannya." Natasha membuang napasnya kasar dan keluar dari sana. Rubby yang mengerti kalau Natasha adalah tipe wanita pemarah langsung menyusulnya agar Natasha tidak salah menilainya. Dia duduk disebelah wanita itu dan tersenyum hangat. "Aku heran kenapa kalian mudah seklai marah, sementara aku terkadang sangat sulit untuk sedikit saja marah. Aku tidak bisa," ucap Rubby dan Natasha tidak mengerti. "Apa maksudmu ?"

