Hal yang sangat menyebalkan bagi Naura yaitu ketika keinginannya tak direstui oleh calon anaknya. Apa boleh buat jika hal itu telah terjadi. Terpaksa Bumil harus menggagalkan semua rencana yang telah tersusun dengan rapi. Harusnya sore ini Naura menemani sahabatnya jalan-jalan ke mall. Hanya sekedar cuci mata dan makan. Setelah itu kembali ke rumah. Sayangnya rencana kini tinggal rencana belaka. Naura tak henti-hentinya memuntahkan semua isi perutnya. Hingga tubuhnya lemas— untuk sekedar berjalan saja dia butuh bantuan. Dimas bergegas pulang ke rumah setelah mendapatkan kabar mengenai sang istri. Meminta sekretarisnya ikut pulang dengannya untuk menyelesaikan sisa pekerjaan. “Tadi makan apa sampai muntah-muntah seperti ini, Sayang?” Tanya Dimas sembari memeluk tubuh sang istri. “Gak

