Kencan Jalur express 2

1515 Words

“Kita kayak ngemong anak gadis ya, Ai. Duh, khawatir banget aku sama Najla. Takut Kak Putra gak amanah.” “Putra udah kecintaan gitu sama Najla. Mana mungkin gak amanah sih, Sayang.” “Bisa saja Kak Putra hanya penasaran. Sekarang dia ‘kan jadi orang kepercayaan kamu. Uangnya sudah banyak dan makin ganteng. Pasti banyak tuh para gadis yang ingin dekat dengannya.” “Soal uang yang banyak itu memang benar. Kalau ganteng menurutku biasa saja.” Naura meringis ketika sang suami memberengut kesal. Baru saja dia kelepasan bicara. Mengatakan jika Putra bertambah ganteng. “Masih gantengan suami aku kok.” Dimas memutar bola matanya. Lalu menyuapkan es krim pada istrinya. Sambil memantau Putra dan Najla yang sedang main timezone. Sesampainya di mall— Naura mengeluh sakit kepala. Padahal Sepanjanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD