Dengan sabar Dimas menunggu di depan kamar tamu. Setengah jam pun berlalu namun Naura tak kunjung keluar juga. Padahal tadi berkata ingin pipis. Gadis yang biasanya pecicilan dan gemar menggoda Dimas kini sedang mode malu-malu. Efek dari LDR singkat yang dijalaninya. “Nak— kenapa berdiri di depan pintu? Kalau mau masuk ya masuk saja,” tegur Opa Alvin yang baru datang. “Dimas sedang menunggu Naura, Opa,” terang Dimas. Opa Alvin berjalan mendekati Dimas. Di tangannya membawa kantong plastik berisi sayuran segar yang akan diberikan pada Bu Tania ketika tamu istimewanya pulang nanti. “Kalian bertengkar lagi?” Dimas menggeleng. “Saat tiba di kediaman Opa sikap Naura tiba-tiba berubah aneh.” “Bukannya Kakak memang aneh sejak dulu?” “Opa— jangan sampai Naura dengar! Bisa diperpanjang n

