Senjata Makan Tuan

1149 Words

    “Pergi kamu dari sini! Ngapain susul-susul segala! Mending selingkuh sana!”     Wowowowo!! Amel tak menyangka akan mendapatkan bahan gosip tambahan untuk gibah. Karena ini urusan orang dewasa, Amel secepat munkin meminta Resti untuk pergi main ke mall saja. Tak lupa Amel menyodorkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribu pada Resti. Pertengkaran rumah tangga bukanlah konsumsi anak dibawah umur.     “Nanti pulangnya ke kantor papah ya, Dek! Mamah lupa tadi papah kamu minta dianterin bronis kukus.” Pesan Amel dengan suara pelan.     “Pulang sana ke apartemen selingkuhan kamu!”     “Saya kerja, bukan selingkuh.”     Prett!! Jangan percaya Ra! Cari bukti dulu! – Pelan kaki Amel melangkah. Mengendap mencari persembunyian paling dekat agar bisa menguping anak dan menantunya.    

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD