Magic of Amel

1127 Words

                    “Selamat Bapak, Cucunya laki-laki. Lahir sehat dengan berat dua koma tiga ons..”                 Tunggu.. “Suster, istri saya baik-baik saja?” tak hanya suster yang baru saja Hang lihat, tapi juga Resti. Keduanya menatap Hang dengan tatapan bertanya tentang maksud dari pertanyaan lelaki itu.                 Resti bahkan memarahi Hang. Berdalih jika pertanyaan Hang merupakan kalimat paling tidak baik yang harusnya tak ditanyakan. Bagaimana bisa sang papah ambigus seperti itu. “Jadi papah maunya mamah nggak baik-baik aja gitu?!” desak, Resti. Ia akan mengatakan kejadian ini pada Amel agar papahnya kena marah. Suruh siapa lelaki itu bertindak seolah-olah mamahnya kenapa-napa.                 “Istri Bapak baik Pak.. Mungkin sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD