DOL.050 TIFFANY, MAUKAH KAMU MAU MENIKAH DENGANKU? Aku yang tidak pernah mau kalah dan tidak mau malu di depan teman-temanku, tetap terus berpikir keras. Tadinya aku hanya ingin berdansa hingga lagu pertama habis. Namun hingga lagu ketiga, aku masih berdansa dengan Tiffany. Aku berdansa dengannya bukan karena menikmati suasana yang terasa romantis. Namun karena berpikir keras hingga melewati tiga lagu hanya untuk berdansa dengan wanita asing yang masih bersamaku. Setelah kembali berpikir cukup lama, untuk memenangkan taruhan ini aku harus mengikuti kesepakatan yang terlah dibuat bersama Jacob Wu. Mau tidak mau aku harus melamar Tiffany di depan orang banyak meski itu bukanlah lamaran serius demi memenangkan kondominium. Aku telah mengajak Tiffany berdansa dan ia telah menerimanya. Itu te

