“Berkas sama yang kemarin diajuin ke saya mana Mis?” Vero membenarkan kacamata minus yang bertengger dihidungnya. Sebulan penuh ia telah bergelut dengan pekerjaan. Vero benar-benar menyibukan dirinya mengurusi seluruh proyek agar cepat terselesaikan. Dari sana nanti, ia akan mendapatkan pundi-pundi tambahan untuk membayar hutangnya pada Clara. Ray Husodo pembohong! Daddynya bahkan sampai saat ini belum membantunya satu rupiah pun. Pria itu mendustai perkataannya. Jadilah ia berambisi sendiri. Menghajar tenaga Mischa untuk ikut serta hidup memprihatinkan seperti dirinya. “Ini Pak..” Mischa menyerahkan berkas yang Vero minta. Meletakkannya di atas tumpukan map lainnya. Ia meringis. Sebelum bertanya, “kita lembur lagi, Pak?” “Kalau kamu mau pulang, ya silahkan! Tapi gaji kamu saya poto

