Pesona Para Ibu-Ibu

1251 Words

Vero menyelonong masuk tanpa sebuah ketukan. Sudah biasa. Jadi orang-orang Dirgantara juga tak akan heran dengan muncul dan hilangnya pemimpin perusahaan saingan milik bosnya tersebut. "Selamat pagi Pak, Bu." sapa sekretaris Justine yang diabaikan oleh Vero. "Pagi.. Terima kasih sudah menyapa, suami saya lagi tegangan tinggi. Bos kamu sudah sampai kan?!" Seharusnya Stefany tidak perlu bertanya. Vero yakin Justine pasti sudah sampai terlebih dulu ketimbang dirinya yang harus memutar arah tadi. "Bapak menunggu kopi, Bu. Silahkan masuk." Ujarnya mempersilahkan. "TIN-TIINTIIN!!!" Seruan penuh energi yang dikeluarkan membuat tubuh Justine tersentak. Pria itu sampai memegangi dadanya sebab jantung yang terus berdetak akibat ulah sang sahabat. "Ngetok pintu dulu nggak bisa?! Jangan b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD