Vero menyipitkan matanya melihat sepasang suami istri yang berjalan memasuki ruang keluarga. Matanya ternodai dengan aktivitas sok romantis mereka. Sepertinya disini ia yang salah. Ia merasa mereka sedang menampakkan kemesraan itu secara sengaja dengan cara menghampirinya. Padahal bisa saja bukan ruangan yang sofanya ia duduki tempat yang mereka tuju, melainkan kamar keduanya yang memang harus melewati titik dimana ia berada. Sial sekali! Mengapa arsitek yang menciptakan rumahnya harus meletakkan ujung tangga tepat di ruang keluarga?! Bukan hanya rumahnya, tapi seluruh bangunan yang ditinggali setiap keluarga yang ia kenal berdesain serupa. Belum lagi tidak adanya sekat antara ruang berkumpulnya keluarga dengan meja makan. Vero heran, siapa yang mengawali style itu mulanya. Kenapa dipr

