Tragedi Barang Keramat

1744 Words

“Masuk, enggak?!” “Masuk aja apa ya?” Vero masih setia berdiri di depan pintu kamarnya. Pria itu sedang bermonolog— menimbang-nimbang apakah dirinya harus memutar knop pintu untuk memasuki kamarnya atau tidak. “Apa nggak usah?” Ia melepaskan genggaman tangannya pada gagang pintu. Vero mengacak rambutnya— merasa frustasi dengan keadaan yang selalu saja tak pernah membuat hidupnya tenang. Dua hari lalu, setelah melihat adik tercintanya menikah, hari-harinya mendadak menjadi sangat suram. Karena kelakuan Omnya yang menggagalkan aksi dukanya, Vero jadi kesal sendiri. Ia sampai tak sedang jika dirinya tengah membawa Jessen. Anak itu terlempar begitu saja ke atas permadani. Memang dasarnya Jessen saja yang jago sekali acting, anak itu berlagak kejang-kejang sampai dilarikan ke rumah sakit..

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD