LC 13

860 Words

Barat datang masuk ke dalam apartemen , mendnegar suara televisi di ruang tengah mengisi keheningan apartemen. Suara langkah kaki dan bunyi pintu otomatis membuat Reya menoleh pelan dari posisi duduknya. Gadis itu sedang bersandar di sofa, lututnya tertekuk ke d**a, dan matanya sekilas menatap tayangan komedi yang tak benar-benar ia perhatikan. Sejak tadi, pikirannya jauh ke mana-mana. Barat masuk dengan langkah perlahan. Jas kerjanya masih rapi membungkus tubuh, wajahnya seperti biasa dingin, tenang, dan itu memang khasnya. "Selamat malam Pak," sapa Reya lirih. Barat menoleh sambil melepas jasnya dan menggantungnya di gantungan dekat pintu. "Udah makan?" Reya mengangguk pelan. "udah tadi makan makanan yang bapak beliin." Barat mengangguk, lalu berjalan ke sofa dan duduk di sampingny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD