"Ha? Apa Anda bilang?" Aku membelalak tak percaya. Gila apa, aku harus mengembalikan semua uang bulanan yang sudah dia berikan? "Seperti yang aku bilang tadi, kalau kamu mau kita cerai, maka uang bulanan harus dikembalikan." Reza duduk tumpang kaki dengan senyumnya yang menyebalkan. "Heh! Ini namanya pemerasan! Mana boleh seperti itu?" Jelas aku gak bisa menerima syarat aneh darinya. "Tentu saja boleh. Itu uangku dan aku gak kasih ke kamu secara cuma-cuma." "Dasar gila! Tidak bisa! Itu kan masuk kewajiban Anda sebagai suami. Sudah seharusnya memberikan nafkah pada istri!" "Jangan salah, kamu juga gak kasih aku nafkah batin." "Apa? Nafkah batin apaan?" "Kamu selalu tidur terpisah dariku. Padahal kita satu kamar. Kamu juga sering menolak saat mau aku cium." Aku menatapnya kesal,

