Anya terbangun begitu mendengar suara alarm melengking yang cukup memekakan telinga. Dengan mata yang masih setengah mengejap, ia mematikan alarm tersebut sebelum kemudian perlahan-lahan mengumpulkan nyawa. Anya melihat jam di layar ponsel di tangannya tersebut menunjukkan pukul enam pagi. Anya tidak ingat dirinya sempat menyetel alarm semalam. Dan Anya baru menyadari beberapa menit kemudian, kalau ponsel di tangannya itu bukanlah miliknya ketika melihat homescreen ponsel itu menunjukkan fotonya. Anya tidak senarsis itu untuk memasang foto dirinya sendiri sebagai wallpaper ponselnya sendiri. Itu ponsel Arya. Anya lalu menoleh, memandang sekeliling kamar sambil mengumpulkan ingatan semalam yang nyaris ia lupakan karena terlalu lelah. Anya perlahan mulai menyusun puing-puing ingatan terse