Keesokan harinya. Flashback “Aku nggak mau! Aku mohon lepasin!” pinta Callista dengan nada memohon Bukannya berhenti Reynand semakin membuat Callista tidak berdaya di bawahnya. Bukan Reynand jika berhenti di tengah jalan. Rasa panas dan getaran dalam tubuhnya membuat Reynand tidak bisa berpikir jernih. Perkataan Callista hanyalah angin lalu baginya. Dan… “Aakkkhh..” lenguh Reynand Keduanya menyatu dengan sempurna. Lagi dan lagi Reynand melakukannya pada Callista. Setetes air mata jatuh membasahi pipi Callista. Lagi-lagi ia gagal menjaga dirinya dari Reynand, laki-laki b******k yang pernah ia temui. “Hikss..” isak tangis Callista “Sstt.. jangan menangis! Aku yakin setelah ini kamu akan merasa keenakan.” “Dasar laki-laki b******k! Aku benar-benar membencimu.” ujar Callista dal

