Bab 15

1105 Words

Keesokan harinya. “Enghh..” lenguh Callista “Awss,” ringisnya sembari memegangi kepalanya yang terasa sakit. Callista mengerjap pelan. Ketika kesadarannya sudah benar-benar terkumpul ia baru menyadari jika dirinya tidur di lantai. Tubuhnya bersandar pada dinding kamar mandi. Setelah menangis ia ketiduran di dalam kamar mandi. “Kenapa aku bisa tidur di sini?” gumamnya Dan tidak lama ia teringat dengan kejadian semalam. Ia tersenyum getir. Kenyataan pahit yang harus di terima dengan ikhlas. Callista meremas perutnya dengan cukup kuat. “Aku tidak menyangka ada sebuah nyawa di dalam perutku.” lirihnya “Huhh..” Callista menghela nafas lelah Callista menarik nafas panjang lalu ia hembuskan secara perlahan. Ia mencoba untuk melupakan masalah semalam, meskipun tidak bisa. Pagi ini ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD