Bab 34

1572 Words

Tiga hari kemudian. Langkah kaki Reynand memasuki lobby Perusahaan. Khas wajah dinginnya selalu melekat membuat siapapun merasa takut menatapnya. Ia datang bukan untuk memimpin Perusahaan melainkan ingin mengambil barang-barang miliknya. “Selamat pagi, Pak!” sambut para pegawai “—“ Reynand enggan menjawab karena ia bukan lagi pemimpin di Perusahaan Mahendra. Setelah ini ia akan menjalani hidupnya dengan mandiri. Lebih baik Reynand hidup sendiri daripada harus diatur dan dipaksa untuk melakukan suatu hal yang tidak disukai. Dari kejauhan Deva tersenyum melihat kedatangan Reynand. Atasan sekaligus teman baiknya telah kembali, pikirnya. “Rey, akhirnya…” “Gue kesini hanya ingin mengambil barang-barang gue.” Belum selesai Deva bicara Reynand langsung memotongnya begitu saja. Reyna

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD