Lelaki yang malang

1682 Words
Sebuah foto pernikahan di Masa lalu Ethan masih terpampang jelas di dalam ruangan nya, padahal sebenernya Ethan dan wanita itu sudah satu tahun lebih bercerai. Akan tetapi, Ethan masih menyimpan semua kenangan tersebut dan berharap luka di hatinya sembuh agar dapat merangkul kembali mantan istrinya itu. Wanita itu bernama Sitha Nurrahman seorang Model papan atas Indonesia yang sangat terkenal beberapa tahun ke belakang, Ethan sendiri memacarinya sekitar 3 tahun lamanya sampai mereka memutuskan untuk menikah. Satu tahun awal pernikahan terbilang baik-baik saja, namun saat beberapa bulan sebelum perceraian nya terjadi Ethan sering menemukan panggilan suara yang selalu diberikan adik kandungnya kepada Istrinya. Ya, Ethan dan Nathan terpaut hanya beda satu tahun. Ethan sang kakak mencoba untuk tidak menaruh curiga kepada adiknya, begitupun kepada Istrinya. Mereka tinggal bersama-sama di sebuah rumah besar milik Ethan, dan rumah tersebut Ethan sengaja pakai bersama adik juga Ibunya yang sudah mulai renta, Ethan pikir dia tidak akan tenang bila tetap membiarkan Ibunya untuk tinggal di Kampung halaman dan hanya seorang diri. Mengingat sang adik yang juga Ikut tinggal di Jakarta, Ethan pun memutuskan untuk memboyong Ibunya untuk tinggal bersama dirinya dan calon Istrinya. Dan suatu malam yang gelap, Ethan yang semakin hari semakin mencurigai gelagat istrinya itu mencoba untuk mengatakan pada Sitha bahwa dirinya harus pergi menuju Surabaya. Sitha pun mengiyakan dan mengatakan bahwa dirinya tidak akan ikut karena takut jika Ibu mertuanya tidak ada yang menemani, mengingat pada malam itu Nathan yang juga sedang berada di luar kota. Namun sayang, Kepergian Ethan menuju Surabaya hanyalah karangan Ethan semata. Ethan pun memutuskan untuk mencari tahu kecurigaan nya sendiri, walaupun nanti tidak ada hasil, yang penting Ethan sudah mencoba mencari tau. Ethan yang memiliki IQ di atas rata-rata pun mencoba untuk menyadap percakapan Istrinya bersama siapapun, dan tanpa di duga hasilnya sangatlah mengejutkan hati Ethan. Ia melihat isi percakapan diantara Sitha dan Nathan, satu persatu kalimat mesra pun tertuang di dalam isi Chat tersebut. Bahkan mereka mengakui bahwa hubungan mereka yang sudah terjalin 1 tahun 9 bulan itu merasa sangat berat apalagi kini Sitha sudah menikah dengan Ethan, dan itu artinya sebelum menikah pun hubungan diantara mereka sudah terjalin. Betapa sakit nya hati Ethan, keringat di dahinya pun mengucur deras. Beruntunglah Ethan masih memiliki kesabaran, Ethan pun menyimak segala percakapan diantara keduanya sembari mencoba untuk tetap mengatur napas yang kini sudah tak menentu. Hingga akhirnya sebuah pertemuan yang di rencanakan pada malam itu pun tiba, Nathan mengaku bahwa dirinya sudah berada di Jakarta sedari Sore dan Ia sedang menginap di sebuah Hotel ternama. Sitha pun mengajak Nathan untuk bertemu di hotel tersebut dengan kata lain Sitha yang akan menemui sosok Nathan, Sitha bertanya pada pesan tersebut, "Lantai berapa dan dikamar berapa biar aku yang menghampiri mu?" Dan Nathan menjawab, "Hotel Melati kencana Lantai 15 Kamar VVIP 5, Aku menunggu mu sayang." Melihat semua itu, Ethan pun segera berangkat dan menunggu kedatangan Sitha di sana. Dan setelah beberapa saat menunggu, Sitha datang dengan menggunakan sebuah taksi online. Ethan pun mengikuti Shita saat memasuki Hotel tersebut, namun Ethan berpikiran lain setelah mengingat Chat liar sebelum pertemuan itu tiba. Ethan menghampiri petugas hotel yang dimana seorang Manager hotel tersebut adalah sahabat dekat Ethan semasa kuliah, ia meminta bantuan untuk mendatangi kamar yang sudah di pesan atas nama Nathan. Manager nya pun meminta kejelasan kepada Ethan, dan mau tidak mau Ethan harus menjelaskan semuanya. Manager hotel bernama Daniel itupun berjanji untuk tidak membongkar apa yang sedang terjadi, apalagi Hotel tersebut akan menjadi taruhan karirnya. Daniel mengajak salah satu petugas yang sangat ia percaya untuk mengetuk pintu kamar tersebut, dengan alasan bahwa mereka mendapatkan sebuah minuman dingin dari Hotel tersebut. Lalu saat hal itu tiba, Nathan yang tidak mengetahui keberadaan kakak kandungnya itu terlihat membuka pintu dan saat pintu itu terbuka, Ethan hadir dari samping di mana petugas hotel tersebut berdiri. "Apa yang kalian lakukan di belakangku?" Hanya itu pertanyaan yang dapat Ethan berikan kepada Nathanael, Ia terkejut dengan keberadaan kakaknya. Lelaki muda berusia 25 Tahun itu tak memakai pakaian dan hanya memakai handuk yang menutupi area vitalnya saja, tanpa menunggu Nathan mempersilahkan Ethan masuk, Ethan segera mendorong tubuh adiknya. Dan Ia harus melihat kenyataan yang selama ini menjadi rahasia diantara kedua orang yang sangat Ethan sayangi, matanya terbelalak saat melihat Istrinya duduk dengan baju yang sudah terbuka. Kain selimut saja tidak mampu menutupi tubuh mulus istrinya, raut wajah memerah dan kepala yang tertunduk menjadi bukti bahwa hal itu sudah jelas terjadi. Ethan memang sengaja menunggu beberapa menit sembari menceritakan kecurigaan nya kepada Daniel, dan Daniel yang menemani Ethan merasa begitu kasihan saat melihat Ethan yang harus berusaha menerima ini semua. Marah, kesal dan begitu sangat frustasi dengan pasti Ethan rasakan. hmm.. sungguh Tuan Ethan yang malang.. Ethan menatap wajah Sitha dan beralih menatap wajah Nathan, "Apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian tega menyakiti saya?" Tak ada jawaban apapun dari bibir mereka, Sitha menunduk dan menangis begitupun Nathan yang berdiri tanpa berani menatap mata sang Kakak. "AKU MENUNGGU MU DIRUMAH SITHA JUGA NATHAN! KALIAN BISA JELASKAN INI SEMUA PADAKU!" Ethan berjalan meninggalkan mereka semua, langkah kakinya seakan melayang. ingin sekali ia berteriak, menggerutu, mencaci dan memaki bahkan mungkin saja memukul adik atau istrinya itu. Namun, itu bukanlah pribadi Ethan. Ethan yang lembut, Ethan yang malang. ia hanya berjalan tanpa mengatakan apapun, bahkan untuk mengucapkan rasa terimakasih pada Daniel saja enggan ia katakan. OooooO Lamunan akan masa lalu nya itu masih hadir didalam ingatan, memori itu kembali terputar dan waktu tepat menunjukkan pukul 4 sore. Itu artinya Selina dan Ryan sudah berada di dalam gedung yang sama, seseorang membuat Ethan tersadar dari lamunan itu. Dan, "Sorry, saya tadi." "Tidak apa-apa Pak, Jurnalis itu sudah datang dan menunggu bapak." Kata Sarah Yang menjabat sebagai Asisten pribadi Ethan. "Ah Iya, sejak kapan mereka datang?" Tanya Ethan kembali. "Mungkin sekitar 30 menit yang lalu Pak." Jawab Sarah kembali. "Ya sudah biarkan mereka masuk, sesi wawancara biar di dalam kantor saya saja." Ujar Ethan. Sarah pun mengangguk dan menjawab, "Baik Pak Ethan," Saat Sarah melangkah keluar, Ethan kembali memanggilnya. "Sarah," "Iya Pak?" "Buatkan kami kopi atau minuman, coba kamu tanyakan pada Jurnalis itu." Titah Ethan. Sarah kembali mengangguk serta mengiyakan apa yang menjadi perintah Ethan. Ethan menarik napasnya dalam-dalam, lalu ia mencoba untuk membuat tubuhnya merasa nyaman. Begitulah Ethan, Ia mampu menyembunyikan seluruh lukanya dihadapan orang ataupun Ibunya sendiri. Dan sampai saat ini, permasalahan itu semua tidak pernah Ethan katakan kepada siapapun. Daniel dan Petugas hotel itu pun menutup mulutnya rapat-rapat, Ethan tidak ingin kabar buruk itu mempengaruhi sisi baik dari Sitha Nurrahman dan Adiknya yang bernama Nathanael Gentar Surya walaupun sampai saat ini peristiwa itu tidak dapat ia lupakan. Terdengar sebuah ketukan kecil dari luar ruangan nya, Ethan berjalan menuju pintu ruangan tersebut. Dan Ia segera membuka pintu tersebut, senyuman wanita cantik terlihat begitu nyata di hadapan nya. Tanpa berlama-lama Ethan mempersilahkan mereka untuk masuk, Ethan terlihat begitu ramah namun sosok Selina tahu dibalik senyuman ramahnya tersimpan luka yang sangat amat dalam. Ia melihat setetes bulir air mata yang tersimpan pada ujung kelopak matanya, itu bukan karena mengantuk, dan karena mata Ethan sama sekali tidak memerah bahkan berair. Ethan memang sempat tak sengaja menitikan air mata manakala peristiwa itu terputar kembali, dan Selina seolah mengetahui bahwa beberapa menit yang lalu Ethan sedang mencoba melukis senyuman di wajahnya. “Perkenalkan Tuan, saya Selina Gustira.” Kata Selina saat memberitahu namanya, “Dan ini Ryan Wira anggara, beliau rekan saya sebagai kameramen dalam sesi wawancara tersebut.” Lanjut Selina. Ethan pun mengangguk dengan pelan, “Senang bertemu dengan kalian, semoga saya dapat menjadi sebuah Inspirasi bagi seluruh Masyarakat Indonesia.” Balas Ethan dengan kalimat yang begitu tertata dengan sangat sopan. Selina pun kembali berucap, “bagi kami tentunya Tuan Ethan sebagai Narasumber yang sangat menginspirasi untuk kita semua, apa bisa kita mulai sekarang Tuan?” Tanya Selina. “Baik Silahkan,” jawab Ethan, Selina pun segera melakukan wawancara secara Live bersama Ethan. Beberapa pertanyaan awal membuat Selina bahkan Ryan begitu takjub dengan jawaban yang diberikan oleh Ethan, Ethan memang begitu piawai dalam menjawab pertanyaan apapun. Dan sesi wawancara itu terlihat begitu membuat Ethan nyaman bahkan Selina dan Ryan pun merasakan hal yang sama. Satu jam pun berlalu, sesi wawancara telah selesai. Ethan begitu menjamu Selina dan Ryan dengan baik, Ethan juga tak sungkan untuk melakukan pembicaraan kembali walaupun kamera sudah dimatikan. Ya, Ethan hanya memberi ruang dan waktu agar Selina dan Ryan memiliki waktu untuk beristirahat setelah satu jam melakukan Live wawancara. Sungguh Ethan sangat berhati baik, dan mengapa hal sebesar itu bisa dapat terjadi pada orang sebaik Ethan. Selina pun meminta ijin untuk menyampaikan sebuah pesan yang diberikan Wibowo yang kini bekerja sebagai atasan Selina juga Ryan, “Sebelumnya saya minta maaf Tuan Ethan, seseorang telah mengirim saya sebuah pesan dan sepertinya saya harus menyampaikan pesan tersebut.” “Pesan? Dari siapa? Silahkan saja Nona Selina.” Balas Ethan. Selina pun berucap, “Atasan saya memberikan salam kepada Tuan Ethan, beliau sudah lama tidak berjumpa dengan Tuan. Hanya itu saja.” “Siapa atasan anda?” kata Ethan bertanya. Selina pun menjawab, “Bapak Wibowo Sakti Tuan,” mendengar nama tersebut, Ethan seakan memaksakan sebuah senyuman. “Oh Kak Bowo, ya beliau adalah mantan kakak ipar saya. Kalau begitu sampaikan salam balik saya untuknya, kita memang sudah lama tidak bertemu. Jadi Kak Bowo sekarang bekerja di media tersebut?” Tanya Ethan yang berusaha untuk menutupi kesedihan nya, Bowo dan Ethan memang cukup dekat saat Ethan menjalin hubungan dengan Sitha. Namun saat perceraian itu terjadi, Ethan benar-benar menyibukan dirinya dengan berbagai aktifitas pekerjaan nya. Lalu Selina menjawab, “Saya akan sampaikan balasan salam Tuan, kebetulan Pak Wibowo atasan baru kami. Beliau baru bertugas sekitar 7 bulan,” Tidak ada kalimat apapun lagi dan hal itu membuat Selina memutuskan untuk berpamitan dan mengucapkan rasa terimakasih yang sangat amat dalam atas waktu yang sudah Ethan berikan kepadanya juga kepada Ryan, Ethan mempersilahkan Selina untuk pulang. Sesuatu hal bergelut dalam pikiran Selina, Ia begitu penasaran dengan masa lalu Ethan bersama Sitha adik dari atasan nya itu. Dan jiwa detektif Selina pun muncul, Selina ingin sekali mencari tahu bagaimana kehidupan Ethan yang sebenarnya. Selain Tampan, sosok misterius Ethan membuat Selina merasa begitu penasaran.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD