SEPERTI MUSIM SEMI

1025 Words

Darma menarik tengkuk Ghea hingga ciuman itu tidak bisa terlepas. Ghea membelai pipi Darma berulang kali. Keduanya terus menerus berciuman. Rindu, rindu sekali. Suara bibir yang saling melekat mengisi kesunyian malam di parkiran basemen itu. Luapan emosi yang menggebu gebu seperti menjadi jadi. Namun, bunyi getar ponsel di saku kemejanya kembali berbunyi, Darma pun tersadar. Ia menarik diri dan menatap Ghea penuh cinta, "Kamu membalas ciumanku. Akui kalau kamu tidak pernah melupakanku!" Ghea menunduk, "Aku..." Suasana sepi beberapa saat. Tidak ada yang bicara sepatah katapun. "Selalu, selalu kamu selalu begini," Darma mengatupkan bibirnya. "Be-begini bagaimana maksudmu?" Ghea terdiam. "Kamu selalu bilang TIDAK. Again, tidak jujur dengan perasaanmu," Darma meremas tang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD