Bab 17

1343 Words

Mira mendorong bahu Vania cukup keras hingga tubuh Vania bergeser ke samping meja dapur. Mira berkata dengan nada dingin dan sinis, “Minggir. Kamu nggak usah di dapur lagi.” Vania terkejut. “Apa?” Mira menyilangkan tangan di d**a, menatap Vania dari atas ke bawah. “Aku yang akan masak makan malam. Nasi kebuli yang mau kamu buat itu nggak usah jadi.” Vania mengerutkan kening. “Kenapa?” Mira mendengus meremehkan. “Karena nasi kebuli itu nggak enak. Terlalu bau rempah. Jevan nggak cocok makan makanan kampung begitu.” Vania menahan napas. Tangannya yang masih memegang mangkuk bumbu bergetar pelan. “Jelita yang minta.” Mira tertawa kecil, tawa yang penuh ejekan. “Anak kecil mana tahu soal selera. Yang tahu itu orang dewasa.” Vania menatap Mira tajam. “Aku cuma masak.” Mira melangkah me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD