Empat Puluh Enam

1184 Words

%%% Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi. Nasya tengah sibuk membantu beberapa konsumen yang sedang mencari pakaian. "Yang model seperti ini tapi warnanya lebih hidup ada, Mbak? Kuning atau biru muda gitu?" tanya seorang pelanggan sambil menunjukkan dress berwarna army. "Untuk dress itu adanya hanya dua warna, Kak. Army dan navy. Mau coba saya ambilkan yang navy?" tawar Nasya. "Nggak deh, Mbak. Saya mau cari yang kuning atau biru muda saja," ujar pelanggan itu. Nasya mengangguk sopan. 'Kuning atau biru muda? Dia mau nyari dress atau mau beliin baju buat Upin Ipin?' batin Nasya sewot. Mata Nasya seakan tertarik mengikuti langkah Rara yang baru saja masuk ke butik. "Mbak Rara," panggil Nasya. Rara menoleh. Wajahnya tampak lelah dan kurang bersemangat, tak seperti biasanya. "Mbak Rar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD