Lima Puluh Enam

1473 Words

%%% Kabar rusaknya pakaian yang Nasya jahit sampai juga ke telinga Ira. Wanita paruh baya itu turut merasa iba dan membiarkan Nasya bebas tugas hari ini. Beliau ingin Nasya fokus pada apa yang bisa ia lakukan untuk memperbaiki semuanya. Dan Nasya memilih.... pulang. Sepertinya akan lebih baik kalau dia mengerjakan di rumah. Toh di rumah ia juga punya bahan-bahan yang ia butuhkan. Sampainya di rumah, Nasya tidak langsung menjahit. Ia menangis. Meluapkan apa yang ia tahan sejak tadi. Dan di saat seperti itulah handphone nya berbunyi. Nasya melihat nama yang tertera di layarnya sebelum akhirnya menggeser ikon berwarna hijau. 'Halo, Sya? Akhirnya diangkat juga. Dari tadi aku telepon kamu, buat memastikan kamu sudah makan siang atau belum,' ucap Bara di seberang sana. Nasya tak menjawab. I

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD