“Gimana Mbah?” Desis Vina berhati-hati bertanya pada seorang paranormal di depannya. Secara ekslusif ia menyewa jasa orang pintar itu agar mendatangi kediamannya, ketimbang harus datang ke tempat prakteknya dan memicu perhatian publik, Vina mencari cara aman saja demi menyelamatkan reputasinya. Kondisi wajahnya saat ini saja sudah memprihatinkan, ia tak mau mencari ulah lagi yang beresiko membuat pamornya semakin redup. Pria cenayang itu tampak serius dengan mata menunduk ke bawah, berkonsentrasi penuh pada sesaji yang dibawanya. Seakan tidak mendengar apa yang pasiennya serukan, ia tetap melanjutkan penerawangannya melalui media foto Kirana yang diminta sebagai syarat. Vina tidak punya pilihan lain, ia pun merasa gusar dan takut dengan seseorang yang berurusan dengan gaib, sesuatu yang t

