“Kirana! Lepaskan dia! Jangan lukai dia.” Pekik Rendi, tercengang melihat Amira sudah dicekik Kirana. Suara pria itu sedikit mengguncang kesadaran Kirana, kekuatan yang mencengkeram leher Amira pun mulai merenggang. ‘Rendi?’ Lirih suara hati Kirana, separuh tersadar akan keberadaan pria yang ia cintai. Bukan maksud Kirana mematuhi perintah Rendi, namun kehadiran pria itu membuat fokus Kirana teralihkan dari Amira. Ia melepaskan Amira dari cekikan lalu membalikkan badannya melihat ke arah Rendi. Amira batuk sampai tubuhnya terguncang, perlu proses baginya untuk memulihkan pernafasan yang sempat tersendat beberapa menit. Ia meraba lehernya, ada luka yang perih dari goresan kuku tajam itu lalu melihat jarinya. Berkas darah menempeli jarinya, Amira merinding seketika, tak menyangka akan terg
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


