“Amira... Amira....” Gema suara yang menyerukan sebuah nama, begitu jelas dan terasa nyata sehingga menggelisahkan si pemilik nama yang merasa was-was dengan panggilan yang entah berasal dari mana. “Siapa?” Seru Amira berusaha melantangkan suaranya, pandangannya pun celingukan ke beberapa arah, mencari sumber panggilan itu berasal tetapi yang didapatkannya hanya keremangan. Si gadis mulai gemetaran, firasatnya mengatakan sesuatu yang tak beres dari seseorang yang ia kenali lah yang sedang mengusiknya. “Amira... Jangan harap bisa lepas dariku ha ha ha....” Tawa lengking itu, suara yang bergema dan terdengar tua itu, sekejab membuat bulu kuduk Amira meremang. Tanpa perlu diperjelas, ia sudah ingat siapa pemilik suara itu namun sosoknya tak tampak dalam penglihatannya. “Tidak! Jangan gangg

