PERTEMUAN BURUK

1109 Words

Rendi menepi keluar dari ruangan saat melihat panggilan dari nomor yang tidak dikenal masuk di ponselnya. Sekalipun si pemanggil tidak terdaftar dalam kontak ponselnya, namun ia tetap harus menerima semua panggilan yang mungkin ditujukan untuk urusan pekerjaan. “Halo?” Ketenangan mimik wajah Rendi berubah saat tahu seseorang yang menghubunginya bukan perihal pekerjaan. “Ya?” Mimiknya tampak serius, terkejut dan tertarik dengan obrolan penting itu. “Baiklah, kapan anda ingin bertemu?” Tanya Rendi tak sabar menunggu respon dari pria di seberang. Beberapa kali ia terlihat mengangguk mantap, lalu pembicaraan itu berakhir dengan hasil janji pertemuan secepatnya. Rendi menghela nafas kemudian mengusap kasar wajahnya. Walau terkesan konyol dan sulit dicerna logika, namun Rendi menyadari bahwa ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD