Thania terbangun saat teringat ada Tamu yang datang ke rumah ini. “Ya ampun, aku sampai lupa kalau ada tamu.” gumamnya
Thania berjalan keluar kamar. Ia ingin melihat siapa yang datang, karena pembantu rumahnya tidak memberitahu. “Bibi!” panggilnya
“—“
“Bibi!” panggil Thania sekali lagi
“Bibi ke mana?”
Karena tidak ada jawaban Thania berjalan ke ruang tamu untuk melihat siapa yang datang. Ia mengernyitkan kening saat melihat seorang perempuan duduk di sofa ruang tamu. Ia memelankan langkahnya karena merasa heran sekaligus bertanya-tanya. Apalagi perempuan itu masih terlihat muda dan cantik.
“Siapa?” tanya Thania
Sontak Talia mendongak setelah mendengar suara Thania. Kedua perempuan itu sama-sama terkejut. Talia langsung berdiri saat melihat kedatangan Thania. Ia menatap Thania dari atas sampai bawah menelisik penampilan wanita itu.
Tali mendekat ke arah Thania dengan tatapan penuh intimidasi. “Seharusnya saya yang bertanya, kamu siapa?”
Thania mengernyitkan kening. “Apasih?” ucapnya dalam hati
“Apa dia salah rumah?”
“Saya pemilik rumah ini.” jawab Thania
Deg
Talia semakin terkejut mendengar jawaban Thania. Tidak mungkin! Ia terdiam sejenak. Ia sekali lagi memastikan jika rumah ini benar rumah mantan suaminya, Danish. Memang banyak yang berubah, tapi ia tidak mungkin salah rumah. Apalagi pembantu di rumah ini mengenalnya.
“Nggak mungkin!” ujar Thalia
“BIBI!” teriak Thania
“Iya, Non!” Talia semakin terkejut mendengar jawaban pembantu rumah saat dipanggil Thania.
“Siapa wanita ini?” ujar Talia dalam hati
“Bi, ini siapa?” tanya Thania sembari menunjuk ke arah Talia
“Em…” pembantu itu menggantungkan perkataannya. Lidahnya terasa keluh saat ingin menjawab. Ia takut saat ingin berkata jujur. Karena keduanya tidak saling mengetahui. Posisinya saat ini serba salah.
“Siapa, Bi? Kenapa dia ada di rumah ini?” tanya Thania sekali lagi
“I-ini Nyonya Talia, Non.”
Thania semakin bingung. Ia tidak mengerti sama sekali. “Maksud saya dia ini siapa? Mencari siapa ke sini?”
“Saya mencari Mas Danish!” jawab Talia dengan lantang dan penuh percaya diri.
Thania menatap Talia dengan tatapan terkejut. Ia terdiam sejenak. Untuk apa wanita ini mencari suaminya? Pikir Thania. Keduanya saling menatap dengan arti tatapan yang berbeda. “Untuk apa mencari Pak Danish?” tanyanya to the point
“Saya…”
“Assalamualaikum.” tiba-tiba Danish datang sembari mengucap salam di saat Talia belum selesai menjawb pertanyaan Thania.
Deg
Talia dan Danish terkejut saat menyadari keberadaan masing-masing. Seketika langkah Danish terhenti di dekat ambang pintu. Ia menatap Talia tajam. Kedua tangannya terkepal kuat menahan amarah. Ia tidak tahu jika Talia datang ke rumahnya, karena ia belum membaca pesan yang dikirimkan Danish.
Talia tersenyum tipis saat melihat kedatangan Danish. Namun respon Danish justru di luar dugaan. Tatapan laki-laki itu terlihat penuh kebencian. Ia menahan amarah melihat keberadaan wanita yang telah merusak hidupnya dan sang putra.
Danish mendekat ke arah Talia dengan tatapan penuh kebencian. “Mas…”
“NGAPAIN KAMU KE SINI?” bentak Danish
Talia belum selesai bicara namun Danish langsung membentaknya begitu saja. Semua terkejut mendengar bentakan Danish. Bahkan Thania tidak percaya jika suaminya tiba-tiba membentak. Ternyata mereka saling mengenal, tapi siapa wanita itu?
Talia memejamkan mata saat mendapat bentakan dari mantan suaminya itu. Ia sudah menduga hal ini. Setelahnya ia membuka mata. Ia tersenyum ke arah Danish seolah tidak pernah terjadi sesuatu.
“Maaf, aku tidak memberitahu Mas Danish terlebih dulu saat datang ke sini. Tapi semua media sosial aku kamu blokir, jadi aku tidak bisa menghubungi Mas Danish.”
“Pergi kamu dari rumah saya!”
Bukan jawaban yang didapatkan Talia, melainkan Danish mengusirnya tanpa basa-basi. “Mas…”
“PERGI!” bentaknya
Lagi-lagi Talia memejamkan mata saat mendapat bentakan dari Danish. Di dalam lubuk hatinya yang laing dalam ia merasa takut, namun sebisa mungkin ia menahan diri. Ia ingin bertemu putranya, karena itu ia nekat datang ke sini.
“Mas, dengerin aku dulu!”
“Aku ke sini ingin bertemu putra kita, Zidan.” ujar Talia
Deg
Thania terkejut mendengar perkataan Talia. Tubuhnya mematung di tempat. Sekarang ia mengerti siapa sosok perempuan di hadapannya saat ini. Ternyata wanita itu adalah mantan istri dari suaminya, Ibu dari Zidan.
“Astagaa.. jadi wanita ini mantan istri Pak Danish.” ujar Talia dalam hati
“Tapi kenapa Pak Danish terlihat begitu membencinya? Apa sebenarnya yang membuat mereka berpisah dulu?”
Semenjak menikah dengan Danish, Thania tidak tahu alasan suaminya berpisah dari mantan istrinya. Ia juga tidak bertanya, karena hal itu menurutnya tidak penting. Lagipula sudah masa lalu, dan tidak seharusnya dipertanyakan. Namun setelah kedatangan Talia ke rumah ini membuat rasa penasaran muncul di hati Thania.
“Zidan tidak ada di rumah.” jawab Danish
“Nggak mungkin Zidan tidak ada di rumah. Kamu pasti bohong, Mas.”
“Ck, Zidan memang tidak ada di rumah.” jawab Danish dengan nada tajam.
Talia menggelengkan kepalanya tidak percaya. Tidak mungkin putranya tidak ada di rumah ini. Ia yakin Danish pasti menyembunyikan Zidan agar tidak bisa bertemu dengannya. Apapun yang terjadi ia akan menemui putranya.
“Pergi kamu dari rumah saya!” lagi-lagi Danish mengusirnya
“Nggak. Aku nggak akan pergi dari sini sebelum bertemu Zidan.”
“Huhh..” Danish menghela nafas kasar.
Tubuhnya yang lelah membuat Danish malas berdebat. Terserah apa yang diinginkan Talia, ia sudah tidak peduli. Lagipula Zidan memang belum pulang dari sekolah, yang artinya anak itu tidak ada di rumah ini. Terserah Talia percaya atau tidak dengan perkataannya.
Danish beralih menatap istrinya yang sejak tadi hanya terdiam. Tatapannya berubah lembut saat menatap Thania. Ia mendekat ke arah Thania lalu menggenggam tangan wanita itu dengan lembut. Ia mengajaknya masuk ke kamar. Sontak hal itu membuat Talia terkejut. Ia menatap genggaman tangan keduanya yang begitu erat.
“Apa-apaan ini? Siapa wanita itu?” batin Talia berucap
Talia mengepalkan kedua tangannya menahan amarah. Ia tidak terima Danish menggenggam tangan perempuan itu. Ia berjalan menyusul langkah Danish dan Thania lalu melepas paksa genggaman tangan mereka berdua.
“Awhh..” Thania terkejut dengan perbuatan Talia.
“APA YANG KAU LAKUKAN?” bentak Danish pada Talia.
“JUSTRU AKU YANG SEHARUSNYA BERTANYA, KAMU APA-APAAN, MAS? SIAPA WANITA INI?” Talia ikut berteriak karena tidak terima dengan perbuatan Danish.
“Bukan urusanmu dia siapa! Lebih baik kau pergi dari rumah ini dan jangan ikut campur dengan urusanku.”
“Oohh.. aku tahu!” Talia bersendekap d**a sembari tersenyum smirk menatap Thania. Tatapannya terlihat meremehkan membuat Thania merasa risih.
“Pantas dia ada di rumah ini, ternyata dia wanita simpanan kamu, Mas.”
“Kurang ajar!”
PLAK
“Aakkhh..” pekik Talia
“Pak!” Thania menutup mulutnya tidak percaya dengan perbutan Danish. Ia tidak menyangka Danish menampar pipi Talia dengan cukup kencang.
“JAGA UCAPANMU!”
“ASAL KAU TAHU DIA INI ISTRIKU! DIA WANITA BAIK-BAIK BUKAN w************n SEPERTIMU.”
Danish tidak terima dengan perkataan Talia tentang istrinya. Justru Thania jauh lebih baik dibandingkan dengan dia. “Pak, udah!” Thania menahan tangan Danish agar suaminya tidak melakukan hal lebih pada Talia. Ia takut sendiri melihatnya.
Talia menatap Danish dengan mata berkaca-kaca menahan tangis. Apa ia tidak salah dengar? Jadi, wanita ini yang telah menggantikan posisinya? Sulit dipercaya, karena selama ini ia tidak mendengar apapun tentang Danish. Suatu hal yang mengejutkan untuknya.
Namun, bukan Talia namanya jika langsung percaya begitu saja. Ia menyangkal perkataan Danish sembari tertawa sumbang. “Hahaha.. aku tidak percaya.”
“Aku yakin dia ini wanita simpananmu, Mas. Hanya saja kamu ingin menjaga nama baik makanya berkata seperti itu padaku.” ujar Talia
“Kamu…”
“Pak, udah!” Thania menahan suaminya.
“Udah, stop! Lebih baik kita masuk ke kamar daripada terus bertengkar di sini.” Thania tidak ingin ada pertengkaran di rumah ini. Ia juga takut suaminya melakukan kekerasan pada Talia karena wanita itu tidak bisa menjaga ucapannya.
“Kamu ingin bukti jika dia istriku, kan?! Aku akan membuktikannya.” desis Danish dengan tajam
“Apa yang ingin Pak…”
Cup
“Uumhh..” Danish tiba-tiba menyatukan bibirnya dengan Thania membuatnya terkejut, begitupun dengan Talia.
Danish menggerakkan bibirnya dengan lembut dan penuh perasaan. Ia menunjukkan pada Talia jika wanita yang bersamanya saat ini adalah istri Sah'nya. Talia harus tahu agar wanita itu tidak lagi mengganggunya. "Uumhh.."
Suara decapan mulai terdengar membuat Talia merasa tidak nyaman. Ia tidak menyangka Danish berbuat seperti itu di hadapannya. Wajah Talia memerah menahan amarah. Ia tidak bisa berbuat apa-apa karena dirinya sudah tidak memiliki hubungan dengan Danish. Setelahnya Talia melangkah pergi meninggalkan rumah Danish tanpa mengatakan apapun.
"Sialan!" umpatnya dalam hati
Next>>