Nyaris satu Minggu lamanya Rinati tidak terlihat di kantor sejak hari itu. Alifa menyadarinya, pertemuan malam itu pasti menjadi salah satu penyebabnya. Alifa memang tetap diam, tidak menghubungi Rinati terlebih dulu untuk menjelaskan. Baginya salah paham yang terjadi adalah karena Adrian, bukan karena dirinya. Alifa tetap bersikukuh dengan pendiriannya. “Masih belum mask?” Rama datang dengan membawa segelas kopi untuk Alifa. Rama pun pasti menyadari, hilangnya Rinati karena kejadian malam itu. “Belum.” Alifa menerima cangkir plastik berisi kopi dari Rama. “Nggak ada sianidanya, kan?” “Ada, kita akan mati bersama setelah ini.” Rama kembali mengambil cangkir kopi, lantas menyesapnya sedikit. “Udah percaya belom?” “Percaya,” Alifa terkekeh saja. “Al, seandainya Bu Rianti datan

