“Ini rumah kita, maksudnya tempat tinggal kita sekarang?” pertanyaan bernada tidak terima itu terlontar begitu saja dari mulut Alifa, saat keduanya sampai di rumah petak yang akan ditempati setelah menikah. “Iya.” jawab Adrian. “Oh, yaudah nggak apa-apa. Kayaknya nyaman ya?” Alifa memasang tersenyum, walaupun di hati kecilnya ia tidak menyangka akan tinggal di rumah petak, namun apa daya jika keadaannya sudah seperti saat ini. Protes pun tidak ada gunanya. “Uangnya nggak cukup untuk sewa rumah yang besar, nanti kalau aku udah kerja dan punya penghasilan kita cari rumah yang lebih bagus.” “Disini juga nggak apa-apa, kok.” Alifa meyakinkan. “Yang penting bersama.” Alifa tersenyum ke arah Adrian yang membuat lelaki itu pun ikut tersenyum, meyakinkan diri bahwa situasi seburuk apapun

