“Sebagai orang tua, Ibu wajib meluruskan masalah yang sedang kalian hadapi saat ini. Ibu yakin hanya salah paham saja, Adrian tidak bermaksud menyakitimu, Rianti.” Takut permasalah yang terjadi pada rumah tangga Adrian semakin memanas, Tika buru-buru menyambangi kantor menantunya, Rianti. “Jangan salah paham, mungkin saja Adriana hanya ingin melihat bagaimana reaksimu setelah tahu dia dekat dengan wanita lain. Cemburu kah, atau tidak?” Tika mengusap punggung Rianti dengan lembut, berharap dapat memberikan sedikit ketenangan. Raut wajah Rianti jelas kesal, sedih dan marah, tapi ia masih mampu mengendalikan diri dengan baik. “Kami belum bicara lagi, Bu. Dua hari kemarin aku benar-benar sibuk, mengurus proyek baru. Bertemu pun hanya sebentar dan kami nggak saling bicara.” helaan nafas

