Bab 17. Kecewa

1210 Words

“Aku sama Adrian cuman makan siang aja. Nggak akan lama.” Ucap Kirana, terkesan memaksa bahkan sampai mengucapkannya beberapa kali, yang artinya wanita itu sangat ingin bertemu dengan temannya, Adrian. Entah teman atau kekasih, Erlangga tidak tahu. Seharusnya ia tidak perlu tahu, mengingat selama ini pun Erlangga tidak pernah peduli dengan apa yang dilakukan Kirana. Entah mengapa kali ini rasanya sangat berbeda, ada perasaan tidak terima dalam hati yang terus hadir, membuatnya tidak bisa fokus. Erlangga berusaha untuk tidak peduli, namun jelas hati tidak bisa dibohongi. Entah sudah berapa kali Erlangga melirik jam dinding kantornya untuk mengecek apakah sudah waktunya makan siang. Erlangga membanting pena di tangannya ke meja hingga memantul jatuh ke lantai. Ia sandarkan punggun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD