13. Akad

853 Words

Naira menepikan mobilnya di depan rumah Zidan. Mesin masih menyala. Tangannya menggenggam setir agak kuat, seperti sedang menahan sesuatu agar tidak keluar lewat jemarinya. Zidan muncul di ambang pintu. Kemeja putih polos, celana hitam sederhana, rambut disisir rapi. Tidak ada jas. Tidak ada bunga. Tidak ada keluarga. Sempurna. Tidak ada yang ikut campur. Zidan membuka pintu mobil dan masuk. Menutup pintu pelan, seperti seseorang yang tahu suara sekecil apa pun bisa mengubah keputusan. Mereka tidak langsung bicara. Jalanan pagi itu lengang. Matahari belum tinggi. Kota masih setengah tidur, tidak sadar bahwa dua orang di dalam mobil ini sedang bersiap melakukan sesuatu yang tidak bisa ditarik kembali. Naira menyalakan lampu sein dan melaju. Tangannya sedikit gemetar di setir, bukan kar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD