Sarah baru saja menyalakan kompor untuk membuat kopi saat dia mendengar seseorang mengetuk pagarnya. "Sebentar!" teriak Sarah dari dapur. Gegas dia mengelap tangannya, lalu berjalan keluar. Sarah cukup terkejut melihat salah satu tetangganya berdiri di depan pagar dengan senyum lebar. Gadis berumur sekitar belasan tahun itu berdiri sambil membawa sebuah kresek putih di tangannya. Sarah memang belum mengenalnya, tapi dia pernah melihat gadis itu beberapa kali. "Pagi, Mbak!" sapanya riang. Sarah membalas senyum itu. "Pagi juga! Sebentar, saya ambilkan kunci terlebih dulu." Sarah baru saja masuk, tapi tetangganya lebih dulu menyahut. "Tidak usah, Mbak! Cuma mau kasih ini saja kok." Sarah berbalik, tidak jadi mengambil kunci. "Ini dari mama. Katanya cocok untuk sarapan." Gadis itu meny