Waktu berlalu semenjak bulan madu Alaric dan Luna, yang membuat aura bahagia di wajah Luna terlihat semakin nyata dan jiwa protektif Alaric pun kian bertambah. Kini, selain perutnya yang semakin membesar, paras ayu Luna pun tampak kian berbinar. Luna juga lebih mudah merasa lelah, sehingga Alaric pun semakin memanjakannya. Tetapi, perhatian Alaric yang kadang bahkan menurut Luna sendiri terlalu berlebihan, membuat Luna merasa gerah. Bagaimanapun juga, Luna masih memiliki keinginan layaknya perempuan sebayanya, di usianya yang masih tergolong muda. Sesekali Luna ingin jalan-jalan sendirian atau makan di restoran bersama teman-temannya tanpa harus Alaric antar. Tetapi apa boleh buat, kecerewetan dan keprotektifan suaminya sering kali membuat Luna, mau tidak mau, harus mengalah. Luna sadar,

