BAB 71

1683 Words

Alaric mengusap wajahnya yang terasa begitu lelah. Disandarkannya kepalanya ke punggung kursi. Baru saja nomor itu menelepon lagi. Ia punya dugaan kuat itu pasti Sellina. Alaric memejamkan mata. Pikirannya terasa begitu buntu. Setelah untuk beberapa waktu bisa bernapas lega karena Sellina tidak lagi ada dalam kehidupannya, kenapa kini perempuan itu justru hadir lagi saat dirinya dan Luna baru saja bahagia? Kenapa Sellina harus kembali mengusiknya pada saat dia dan Luna sedang bersiap-siap untuk menyambut kehadiran buah cinta pertama mereka? Alaric bukannya takut akan terjatuh lagi ke dalam pesona Sellina. Bukan. Tidak. Sama sekali bukan itu alasannya. Bagi Alaric, kisah cintanya bersama Sellina hanyalah kenangan masa silam, tidak akan pernah menggantikan kebahagiaannya bersama Luna dan c

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD