Wajah itu masih terpejam. Wajah ayu itu masih saja terpejam. Alaric menatap wajah istrinya lalu menunduk. Dikecupnya wajah rupawan yang sudah sangat dia rindukan itu dengan segenap penyesalan. “Ibu, bangun Ibu. Ayah kangen Ibu. Kamari kepingin dipeluk Ibu.” Seketika Alaric kembali merasakan sebersit rasa haru menyeruak dari dasar jiwa, membuat sesak seluruh rongga di d**a. Suaranya kembali bergetar. Bahunya kembali berguncang. Sudah lima hari Luna berada dalam kondisi tidak sadarkan diri seperti ini dan belum ada tanda-tanda kapan Luna dan senyuman hangatnya akan kembali mewarnai hari-hari mereka berdua. Ralat, mereka bertiga. Luna, dirinya, dan si kecil Kamari. Si Kakak yang sudah lima hari ini menghirup udara dunia tampaknya mengerti bahwa ibunya masih belum juga membuka mata. Bayi c

