BAB 52

1835 Words

Natha terpingkal-pingkal sementara Alaric menatapnya kesal. “Lo ini, gue curhat malah diketawain!” “Sori, tapi ini bener-bener lucu!” Natha masih terpingkal. Wajah Alaric semakin kesal. “Tahu gini, gue nggak curhat. Nyesel gue.” “Ya ... ngambekan sekarang.” “Ini gimana solusinya?” Alaric mulai senewen. “Lagian lo, masalah ginian tanya gue. Yang idola para wanita lo apa gue?” “Ya gue, tapi kan ini masalahnya lain,” Alaric tetap berkilah. “Salah apanya?” “Kalau ke cewek lain gue nggak pernah bilang cinta. Nah, ini ...” Natha kembali terpingkal-pingkal. “Lo ngetawain lagi, gue pulang nih!” “Ya ... ngancam, kayak perempuan. Emang Luna suka ngancam ya?” “Lo resek lama-lama! Cepetan, gue butuh saran.” Natha masih tertawa hingga Alaric semakin kesal dibuatnya. “Iya ... mau saran ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD