BAB 58

2024 Words

“Alaric.” Sellina menahan tangan Alaric yang akan membuka pintu. “Ada apa?” Sellina melingkarkan kedua lengan ke leher Alaric dan menatap wajah Alaric dekat-dekat. “Aku harap kamu senang malam ini.” “Aku senang. Terima kasih sudah repot-repot membuat acara ini.” Sorot mata Sellina berubah sendu. “Aku ...” “Ya?” Sellina mendekatkan wajahnya. Sinar lampu yang temaram semakin memperkuat suasana romantis yang tercipta. Entah karena pengaruh musik atau terbawa suasana, perlahan wajah mereka makin dekat dan semakin dekat hingga akhirnya Alaric bisa merasakan bibir lembut Sellina. Sellina menarik wajah Alaric dan memperdalam ciumannya. Tanpa disadari, Alaric membalas kecupan Sellina. Alaric memejamkan mata. Dia seolah terbawa ke masa lalu, ke masa dia dan Sellina masih bersama. Mereka ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD