BAB 24

2009 Words

Natha menatap Alaric yang tampak sibuk dengan handphone di tangannya. Sedari tadi Alaric belum menyentuh makan siangnya dan malah asyik dengan handphone-nya. “Makan dulu,” tegur Natha. “Iya,” jawab Alaric pendek. Ia tetap sibuk membalas chat sambil tersenyum sendiri. Natha mengambil satu sosis dari piring Alaric. “Kok diambil?” protes Alaric. “Daripada nggak dimakan,” kata Natha sambil menggigit sosis yang dicurinya dari piring Alaric. “Dasar.” “Pasti lagi WA-an sama Sellina ya?” Alaric hanya diam menatap Natha. Bagi Natha, kebisuan Alaric berarti iya. Natha lalu menyingkirkan piringnya yang sudah kosong dan mulai meminum teh hangat. Dinyalakannya sebatang rokok. “Menurut lo, kalau Luna tahu, gimana perasaannya?” tanya Natha sambil mengembuskan asap rokok. Alaric mengalihkan p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD