BAB 19

1299 Words

“Terima kasih, ya, kamu sudah mau menemani Mama,” ucap Ibu Baratajaya sambil tersenyum. “Sama-sama, Ma. Justru Luna senang bisa jalan-jalan sama Mama.” Luna menemani ibu mertuanya pergi jalan-jalan dan berbelanja sepanjang hari. Sebetulnya ia bukan tipe perempuan yang suka berlama-lama di salon. Luna ke salon paling hanya untuk potong rambut, sisanya bisa ia lakukan sendiri di rumah, termasuk luluran. Creambath belum tentu setahun sekali ia lakukan. Urusan pijat pun Luna merasa lebih cocok dengan pijatan Mbok Umi yang bisa dipanggil ke rumah daripada menghabiskan waktu di salon untuk spa. Lagi pula, kalau pijat di rumah, ia bisa langsung pindah tidur tanpa harus dandan dan bermacet-macetan di jalanan. Tapi pijat di spa ternyata memang enak. Entah karena pengaruh musik atau aroma terapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD