Pede

1308 Words

       Cameella menundukkan wajahnya dalam-dalam lalu menghentikan taksi menuju apartementnya. Sesampainya di aprtement dia langsung memasuki kamarnya dan menutupnya rapat-rapat. Dadanya terasa sesak hingga dia memutuskan untuk menghirup udara di balkon, seperti biasa ketika dirinya mengatasi kekalutan pikiran.   Cameella duduk di kursi yang tersedia disana, lalu meraih bungkus rokok yang tersedia di alci meja itu, lalu  menyulut rokok di antara sela-sela jarinya, perlahan tapi pasti dia menghisap rokok yang telah dia selipkan di diantara bibirnya, seiring dengan itu air mata mulai mengalir deras tak terbendung membasahi pipinya. Hingga bahunya terguncang. Dia menangisi nasibnya yang pahit.   Cameella menggelengkan kepalanya perlahan.   Mengapa nasibku sesial ini? Apakah ini semu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD