Part 19. Dalam Diam Aku Menjagamu

1036 Words

Raras tidak lagi meronta karena tenaganya sudah habis. Dia hanya berbaring terlentang, menatap lampu neon di langit-langit tanpa berkedip. Air mata mengalir diam-diam dari sudut matanya, membasahi bantal, tapi dia tidak terisak. Otaknya sudah berhenti memikirkan rencana kepergiannya memakai kereta apa pun karena dia sudah putus asa. Kamar Raras terasa mencekam. Hanya ada bunyi monitor detak jantung dengan bunyinya yang stabil konstan, Beep... Beep... Beep... Sebuah bunyi kehidupan yang Raras benci. Andai boleh meminta, Raras ingin bunyi itu menjadi garis lurus yang panjang, Teeeeeeet, yang menandakan tidak ada lagi kehidupan padanya agar dia bisa berkumpul bersama Rangga dan anak mereka. Di luar kamar, lorong rumah sakit mulai sepi karena jam besuk sudah selesai. Tapi di lorong VIP itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD